Tampilkan postingan dengan label Sistem Keamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Keamanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2016

Wajib Tahu!! Stop Kebiasaan Nge-charge Smartphone Seperti Ini


Ilmu Teknologi Baru - Smartphone memiliki segudang "kepintaran" dibanding dengan ponsel dasar (feature phone) yang biasa hanya digunakan untuk menelepon dan SMS.
Berkat kepintaran tersebut, smartphone lebih rakus memakan daya dari baterai. Ponsel pintar paling banter hanya bertahan satu hari dan harus di-charge kembali. Berbeda dengan ponsel dasar yang cukup di-charge seminggu sekali.
Karena intensitas pemakaian dan sering di-charge membuat baterai smartphone bekerja lebih keras. Untuk itu, pengguna harus tepat dalam merawat baterainya agar lebih tahan lama.

Nah, berikut empat kebiasaan buruk yang biasa dilakukan pengguna dan harus disetop agar baterai ponsel tidak cepat rusak, seperti dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber.
1. Stop kebiasaan pakai powerbank
Perangkat baterai portabel (powerbank) sering kali menjadi penyelamat saat baterai smartphone "sekarat". Namun, banyak pengguna yang sering kali mengisi daya lewat powerbank meski tidak sedang darurat dan sebenarnya memungkinkan menggunakan perangkat charger.
Hentikan kebiasaan nge-charge smartphone seperti itu. Keseringan menggunakan powerbank bisa membuat daya tahan baterai smartphone berkurang.

Tak seperti charger via listrik, powerbank tidak sepenuhnya mengalirkan daya yang stabil dan sesuai spesifikasi smartphone. Ditambah lagi dengan banyak beredarnya powerbank dengan kualitas rendah.
Kebiasaan buruk lain yang perlu disetop adalah men-charge smartphone menggunakan laptop atau PC melalui kabel data. Seperti powerbank, arus listrik dari komputer tidak dirancang untuk mengisi daya smartphone sesuai standar.

Jadi mulai sekarang, hanya gunakan powerbank dan komputer jika benar-benar dalam keadaan darurat.

Minggu, 01 Mei 2016

Ini Dia Browser Brave, Browser Terbaik untuk Kamu yang Benci Dengan Iklan

Ilmu Teknologi Baru - Hai, sahabat JalanTikus. Merasa bosan dengan iklan website yang banyak? Bosan dengan Home Page yang berat dan perlu waktu lama untuk ditampilkan di browser kesayanganmu? Inilah yang selalu dikeluhkan oleh netizen Indonesia dengan keterbatasan kecepatan internet yang ada. Mungkin artikel ini akan menjawab persoalan yang dimiliki oleh kamu dan juga semua pengguna internet.
Pada artikel kali ini Saya akan menjelaskan tentang Browser Brave, Browser Terbaik untuk Kamu yang Benci Dengan Iklan hingga 90%. Kira-kira browser apa ya yang bisa memblokir iklan tanpa harus menginstal add-ons? Simak artikel ini lebih lanjut.
Adalah Brave, browser yang dicari oleh semua pengguna internet saat ini. Brave dikembangkan oleh Brendan Eich (pengembang Javascript sekaligus SEO Mozilla Tahun 2014). Brave menghilangkan iklan dalam website hingga 90% dan terbukti mempercepat loading website hingga 50%.
Brave memberikan kenyamanan dalam berselancar bagi pengguna internet saat browsing agar tidak terganggu oleh iklan-iklan yang bermunculan. Dalam sebuah wawancara, Brendan Eich mengatakan bahwa tujuan pembuatan Brave tidak hanya melakukan blocking iklan. “We’re doing something bigger than ad blocker.” ujarnya.
Namun, bagi developer website, Brave tidak akan memblokir iklan yang tidak berusaha mencuri data pengguna. Brave akan melakukan blokir iklan yang jahat dan menggantinya dengan iklan milik Brave.
Brave dirilis sebagai open source software dan kode sumbernya dirilis di repository Github. Tersedia versi Brave untuk iOS, Android, OS X, Windows, dan Linux. Saat ini Brave masih dalam tahap pengembangan dengan versi0.7 Developer Edition. Kamu dapat mengetahui informasi lebih lanjut di Website resmi Brave.

Screenshot Brave Browser

Google
Brave, Browsing Cepat Tanpa Iklan - Google
Brave Website
Brave, Browsing Cepat Tanpa Iklan - Brave Website
Tampilan ketika iklan diganti dengan iklan milik brave
Brave, Browsing Cepat Tanpa Iklan - Tampilan Ketika Iklan Di Replace
Kamu bisa konfigurasi block iklan atau menggantinya
Brave, Browsing Cepat Tanpa Iklan - Kamu bisa mengkonfigurasi Block Iklan atau Me-replacenya

Video Brave

Berikut video perbandingan browser standart milik iOS dengan browser Brave yang memang terbukti cepat dan bebas iklan.

Kesimpulan

Brave adalah browser yang dibuat untuk membuat pengguna internet menjadi lebih nyaman untuk berselancar namun di sisi developer Web jangan takut dan cobalah untuk menyisipkan iklan-iklan yang baik dan tidak merugikan sesama pengguna.

Tips Dan Cara Merekam Aktivitas Pacar Kamu di Android Menggunakan Keylogger

Ilmu Teknologi Baru - Melalui tutorial ini, kami akan memberi tau kamu bagaimana caranya untuk merekam setiap aktivitas ketik di smartphone kamu atau teman kamu (WOW, bahkan pacar) dengan cara yang cukup sederhana dan mudah,   plus aplikasi baru yang berbeda dengan pembahasan sebelumnya.
Kita terkadang sering dibuat penasaran terhadap teman yang suka meminjam smartphone kita. Kira-kira apa ya yang mereka lakukan selagi kita tidak ada. Maka dari itu, ayo ikuti tips mudah berikut.
(Aplikasi yang akan digunakan dalam tips kali ini membutuhkan akses root terhadap Android kamu. Jadi, jangan lupa untuk me-root smartphone kamu terlebih dahulu ya)
  • Download dan install terlebih dahulu aplikasi bernama iKeyMonitor berikut:
  • Buka aplikasi iKeyMonitor yang sebelumnya telah kamu install di Android. Pada halaman Login, kosongkan saja password-nya karena kita belum mengaturnya. Tekan tombol Login.keylogger-android-1
  • Setelah masuk, pilih opsi Settings. Di dalamnya, Tekan opsi Logging nyalakan ceklis pada pilihanKeyLogger. Kemudian tekan pilihan Configure keylogging driver.keylogger-android-2akeylogger-android-2b
  • Pilih opsi Keylogging with a Custom Keyboard (All phones). Kamu akan dialihkan ke layar setting Language & Input. Nyalakan pilihan Default Keyboard. Dengan kamu menyalakan opsi ini, maka setiap ketikan yang dilakukan pada keyboard akan terekam melalui iKeyMonitor.keylogger-android-3
  • Aplikasi ini juga menyimpan beragam aktivitas smartphone lainnya seperti SMS, History website yang dikunjungi, panggilan yang pernah dilakukan, bahkan hingga chat WhatsApp.keylogger-android-4keylogger-android-5
Gimana? Cukup mudah bukan. Ingat, jangan gunakan untuk keperluan yang merugikan orang lain ya. Selamat mencoba!

Sabtu, 30 April 2016

Wow...Celah Keamanan Stagefright Kembali Ancam Pengguna Android



Ilmu Teknologi Baru - Stagefright, celah keamanan (bug) yang sempat mengancam banyak pengguna Android beberapa waktu lalu, kembali hadir. Temuan bug berbahaya ini untuk kedua kalinya diketahui sekelompok peneliti keamanan dari NorthBit.

Mengutip informasi dari laman Engadget, Selasa (22/3/2016), sekelompok peneliti tersebut mengembangkan serangan berbasis Stagefright dengan nama Metaphor. Serangan itu didesain secara berkala sebelum akhirnya menembus sistem pertahanan perangkat.

Hasilnya, serangan berupa video MPEG-4 yang telah disusupi malware dapat menghancurkan media server Android. Selain itu, data dari perangkat yang diserang akan langsung dikirimkan ke server penyerang.



Lalu, penyerang akan kembali mengirimkanfile video lainnya untuk mengumpulkan data keamanan tambahan dari perangkat korban.File terakhir itulah yang kemudian akan secara penuh menginfeksi perangkat.

Meskipun dilakukan dalam beberapa tahap, pada dasarnya serangan tersebut terjadi dengan sangat cepat. Berdasarkan hasil uji coba, serangan tersebut berhasil menginfeksi sebuah perangkat hanya dalam waktu 20 detik.

Serangan ini berhasil diuji coba pada perangkat Nexus 5 dengan firmware bawaan Android. Namun, perangkat Android lain yang sudah mengalami kustomisasi, seperti HTC One, LG G3, dan Samsung Galaxy S5, juga berhasil ditembus serangan Stagefright ini.

Di sisi lain, Google segera menanggapi temuan ini. Google menuturkan, perangkat yang sudah mendapat patch (tambalan) keamanan sejak 1 Oktober 2015 ke atas, dipastikan aman dari serangan tersebut.

Sekadar informasi, bug bernama Stagefright ini pertama kali ditemukan peneliti perusahaan keamanan Zimperium zLabs Joshua J. Drake pada Oktober tahun lalu. Dari temuan itu, Stagefright dapat dimanfaatkan hacker untuk menyusupkan malware jahat. Bug ini disebut sangat berbahaya karena tidak membutuhkan interaksi dengan pengguna untuk bisa menyerang ke perangkat sasaran.

Wow..Kode Nama Android "N" Telah Muncul?


Ilmu Teknologi Baru - Seri Android terbaru, Android N, dipastikan akan segera diperkenalkan pada tahun ini. Setelah Google merilis developer preview beberapa waktu lalu, kali ini pengguna masih harus menunggu nama resmi dari sistem operasi tersebut.
Mengutip informasi dari laman Android Police, Jumat (18/3/2016), Google ternyata sudah memilik kode nama internal untuk Android N, yakni New York Cheesecake. 

Kode ini pertama kali diketahui dari inisial 'nyc' yang muncul dalam beberapa kesempatan di repositori Android Open Source Project (AOSP).

Namun, penggunaan kode nama itu sebenarnya tidak berpengaruh pada penggunaan nama resmi di Android nantinya.

Google memang dikenal memiliki kode nama untuk tiap versi Android sebelumnya, seperti KeyLimePie untuk Android KitKat, Lemon Meringue Pie untuk Android Lollipop, dan Macadamia Nut Cookie untuk Android Marshmallow.


Oleh sebab itu, kemungkinan besar nama resmi dari Android N dapat berbeda dari kode nama yang digunakan saat ini. Penggunaan nama untuk Android N sendiri memang telah sering dibahas. Salah satu nama yang digadang-gadang akan jadi nama Android N adalah Nutella.

Sebelumnya, dalam sebuah kunjungan beberapa waktu lalu ke India, CEO Google Sundar Pichai sempat menuturkan ada kemungkinan dibuka poling untuk menentukan nama Android N. Dan, Pichai sendiri ternyata cukup serius akan ucapan tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru, Google diketahui telah melakukan poling melalui Google Opinion Rewards. Kendati tidak secara langsung bertanya mengenai Android N, Google menanyakan pengguna mengenai makanan enak yang dimulai dari huruf 'N'. 

Beberapa nama yang ditawarkan Google adalah Napoleon, Nut brittle, Nachos, Nori, serta Nougat. Android N sendiri rencananya diperkenalkan pada gelaran Google I/O 2016 pada 18 Mei mendatang, sementara versi utuh akan dirilis pada kuartal ketiga tahun ini. 

Wajib Tahu Sebelum Download Aplikasi di Play Store, Pengguna Bisa Jajal Dulu



Ilmu Teknologi Baru - Dalam waktu dekat ini Google akan memperkenalkan fitur baru untuk Google Play Games di Android. Dengan fitur baru ini, pengguna Android dapat mencoba aplikasi atau gim dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Bernama Search Trial Run Ads, pengembang gim yang ingin menggunakan fitur ini harus membayar. Dengan fitur ini, pengguna Android dapat mencoba terlebih dahulu aplikasi mereka. Demikian seperti dilansir Ubergizmo, Rabu (16/3/2016).



Saat pengguna Android mencari gim di Google dan terhubung dengan WiFi, pengguna akan mendapatkan opsi untuk mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut langsung atau mencobanya terlebih dahulu.

Cukup dengan menekan tombol Try Now, pengguna dapat mencoba aplikasi selama 10 menit. Setelah lewat waktu yang diberikan, pengguna akan diminta apakah ingin membeli dan mengunduh gim tersebut.

Selain memperkenalkan fitur Try Now, saat ini Google juga sedang membantu para pengembang gim indie mempromosikan gim mereka di Indie Corner.

Fitur baru lain yang akan Google perkenalkan dalam waktu dekat adalah Video Recording API dan fitur ads video dengan tampilan penuh pada posisi portrait. Kedua fitur tersebut memang diperuntukkan para pengembang gim.

Ini Dia Alasan Kenapa Lebih Baik Unduh Aplikasi di Google Play Store



Ilmu Teknologi Baru - Salah satu kelebihan Android adalah kemungkinan untuk mengunduh aplikasi dari pihak ketiga. Hanya, Google jelas tak menyarankan hal ini karena ada kemungkinan aplikasi yang diunduh berbahaya.

Google bukan tanpa alasan menyarankan hal tersebut. Berdasarkan laporan keamanan tahunan Google, jumlah aplikasi dari Google Play yang terindikasi memiliki malware terus turun secara signifikan selama tahun 2014 sampai 2015. 

Mengutip informasi dari laman Engadget, Kamis (21/4/2016), diperkirakan saat ini tak lebih dari 0,15 persen pengguna Android yang mengunduh langsung dari Google Play Store masih terindikasi memiliki aplikasi berbahaya.



Dalam beberapa tahun terakhir, Google telah membuat banyak perbedaan dalam hal keamanan, termasuk penyusupan malware di aplikasi. Google Play Store telah memiliki sistem penyaringan untuk mencegah aplikasi berbahaya yang diunduh pengguna.

Informasi terbaru menyebutkan sistem tersebut berhasil mengurangi kemungkinan pengguna mengunduh aplikasi berbahaya hingga 40 persen sepanjang tahun lalu. Selain itu, Google juga menerapkan sistem keamanan di luar PlayStore dengan melakukan verifikasi setelah pengunduhan.

Di tahun ini Google juga merilis pembaruan keamanan rutin untuk mengamankan pengguna Android dari serangan malware. Sayangnya, patch (tambalan) ini tidak selalu hadir tepat waktu di setiap perangkat.

Adopsi sistem operasi Android terbaru--Lollipop dan Marshmallow--yang makin tinggi juga menghadirkan sistem keamanan Android yang lebih baik. Sebab, Google memiliki kontrol lebih melalui web code untuk memantau kebiasaan mencurigakan dari sebuah perangkat.

Senin, 25 April 2016

Wow...4 Smartphone Ini Termasuk Kelas Rambo

Ilmu Teknologi Baru - Mereka memang bukan pabrikan sekelas Samsung atau Apple. Bahkan di antaranya merupakan market leader di industri alat berat dan baterai. Tetapi, empat brand ini membuat spek khusus agar smartphone lebih bernilai. Kualitas produknya dikenal cukup “badak” alias tahan banting. (*)

CATERPILLAR (CAT PHONES)
Memanfaatkan citra brand-nya yang lekat dengan kekuatan, daya tahan, juga jago menjinakkan medan berat, Caterpillar sejak tiga tahun silam mengibarkan sayap ke bisnis ponsel. Ini adalah bagian dari strategi penyediaan perangkat yang menyokong bisnis intinya, alat berat. Konsumen Cat dimanjakan dengan kelengkapan mulai sepatu, dan kini smartphone.

Tercatat telah sembilan produk ponsel dirilis dengan membawa nama Catphone. Terdiri dari tiga feature phone dan tujuh smartphone Android. Seluruhnya diselimuti dengan casing. Tahun 2015 sendiri merilis tiga seri, jagoannya adalah Cat 30.

Jika umumnya smartphone hanya membutuhkan satu atau dua sertifikasi (IP dan militer Amerika), maka Cat 30 menambah satu lagi, yaitu lolos uji drop test. Cat 30 diklaim masih tahan banting dari ketinggian 1,8 meter.

Cat 30 sendiri sebenarnya lumayan mengikuti perkembangan teknologi Android. Buktinya telah menggunakan OS Lollipop. Namun, tampaknya Cat tahu persis penggunanya bukan penganut gaya mobile technogeek. Makanya, Cat 30 cukup hadir dengan kamera 5 MP dan 2 MP. Prosesornya Snapdragon 210 yang sebenarnya produk lawas Qualcomm. Bahkan memori eksternalnya hanya disiapkan untuk melahap data hingga 64 GB saja.

Tetapi kapasitas baterai tak boleh down spec. Untuk kelas ini, kapasitas sebesar 3.000 mAh terhitung di atas rata-rata. Cat juga memproduksi screen protector yang belakangan diminati oleh produsen kakap macam Apple, Samsung, Sony, Huawei, dll. (*)

PRODUK GRES: CAT 60
Cat 60 yang dirilis Februari lalu dan tersedia di pasar April ini mendobrak dengan layar dan desain yang makin menunjukkan citra ruged-nya Caterpillar. Sebuah layar 4,7 inci buatan Auo Taiwan bernama a-Si AHVA (amorphous Silicon Advanced Hyper-Viewing Angle) digunakan. Auo bilang, produknya ini bakal menggantikan AMOLED karena ketajaman dan lebih meyakinkan untuk menyajikan gambar wide angle.

 Sebuah switch disiapkan untuk melakukan adjustment saat berada di dalam air untuk menyesuaikan dengan kondisi kedalaman air. Mulai 2 meter hingga 5 meter. Tiga uji dilakukan guna memperoleh bukti bahwa seri ini dijamin kuat saat terjatuh, IP test maupun MIL-STD test.

 Smartphone dengan kamera 13 MP dan 5 MP ini juga telah memakai OS Marshmallow. Sementara kapasitas baterainya cukup besar, 3.800 mAh.

Sabtu, 23 April 2016

Wow...Polisi AS Ingin Google dan Apple Blokir Aplikasi Berenkripsi

Ilmu Teknologi Baru - Aplikasi dengan enkripsi telah mencoba untuk menghindari permintaan pihak berwenang yang menginginkan data sensitif penggunanya. Namun belakangan ini, isu mengenai enkripsi semakin memanas karena polisi disebut meminta Google dan Apple untuk memblokir aplikasi berenksipsi.
Sebagaimana diberitakan Motherboard via Ubergizmo, Jumat (22/4/2016), anggota Kongres Amerika Serikat Morgan Griffith berkomentar mengenai regulasi aplikasi berenkripsi yang berbasis di luar negaranya.
"Aplikasi tertentu tidak tersedia pada semua perangkat. Jadi jika perusahaan yang berada di luar Amerika Serikat tidak bisa mematuhi aturan dan peraturan dari orang-orang yang berada di Amerika Serikat yang sama, maka mereka harusnya tidak tersedia di toko aplikasi," ujarnya.
Charles Cohen, komandan kantor teknologi kecerdasan dan investigasi untuk Indiana, menambahkan, "Sekarang Google dan Apple bertindak sebagai penjaga gerbang untuk sebagian besar aplikasi tersebut dienkripsi, artinya jika aplikasi ini tidak tersedia di App Store untuk perangkat iOS , atau jika aplikasi ini tidak tersedia di Google Play untuk perangkat Android, pelanggan dari Amerika Serikat tidak bisa meng-install-nya."
Ini hal yang perlu ditanggapi Apple mengingat banyaknya perusahaan pesan instan yang kini telah menggunakan enkripsi untuk data pelanggan mereka. WhatsApp milik Facebook yang digunakan miliaran pengguna di dunia juga telah menggunakan enkripsi sejak April.

Ini Dia Deretan Smartphone Canggih dengan Pipa Pendingin

Ilmu Teknologi Baru - Para produsen smartphone sepertinya telah menemukan cara untuk menyiasati agar smartphone kembangan mereka tahan panas. Salah upaya yang dilakukan yakni memasang pipa pengantar panas tipis, yang disinyalir sebagai upaya pendinginan.
Dengan bantuan pipa di dalam ponsel tersebut, diyakini bisa mengurangi panas yang terjadi di dalam ponsel. Teknik pendinginan ini diadopsi di beberapa ponsel yang ada di pasaran, terlebih produk kelas premium.
Apa saja ponsel yang membawa pipa penghantar panas untuk cairan pendingin? Berikut ini daftarnya yang dilansir Phone Arena, Rabu (20/4/2016).
Sony Xperia Z5 Premium
Sony dianggap sebagai pelopor ketika mengadopsi heat pipe untuk mendinginkan handset CPU pada Xperia Z2. Handset yang terbaru yang dibekali Snapdragon 810 seperti Xperia Z5 Premium juga memiliki heat pipe di dalamnya.
Sony Xperia Z5
Tak hanya Xperia Z5 Premium, Xperia Z5 juga dibekali dua pipa untuk membuang panas dari Snapdragon 810, mengingat chipset ini disebut-sebut overheating pada beberapa smartphone yang menggunakannya.
Samsung Galaxy S7 Edge
Selain Sony, Samsung juga mengadopsi heat pipe di dalam ponsel premiumnya Galaxy S7 Edge. Untuk menjaga agar telefon tetap dingin, Samsung mengakalinya dengan cara merancang satu untuk scratch, bereksperimen dengan alloy dan metal di dalam pipa serta dengan penempatan yang tepat.
Galaxy S7
Ponsel yang memiliki teknis pendingin lainnya ialah Galaxy S7. Saudara Galaxy S7 Edge ini memiliki pipa yang sama dengan Galaxy S7 Edge.
Lumia 950 XL
Microsoft Lumia 950 XL merupakan nama lain ponsel yang mengadopsi heat pipe untuk menjinakkan Snapdragon 810 yang ada di dalam Lumia 950 XL.

Jumat, 22 April 2016

Wow..Pakai VPN Gratis Browser Opera Bisa Buka Situs Apa Saja



Ilmu Teknologi Baru - Browser Opera untuk komputer kini dilengkapi dengan fitur virtual private network (VPN) gratis yang bisa dipakai oleh semua pengguna. Selain cuma-cuma, layanan VPN ini juga bisa digunakan tanpa batasan data (unlimited).

Dalam peluncuran awal ini, server VPN Opera baru ada di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman. Server di negara lain dijanjikan akan ditambah dalam update versi Opera di masa mendatang.

"Hingga saat ini, kebanyakan layanan VPN dan server proxy cukup terbatas dan berbayar, Opera ingin membuat VPN tersedia untuk semua orang," tulis Opera dalam keterangan tertulis yang diterimaKompasTekno, Jumat (22/4/2016).

Selain bisa dipakai untuk mengakses situs-situs yang dibatasi secara regional, VPN diklaim bisa melindungi browser saat menggunakan internet di Wi-Fi publik. Penggunaan VPN juga bisa membuat akses ke sebuah situs lebih aman.

"Pengguna Opera desktop kami mendapatkan cara praktis untuk meningkatkan privasi online mereka, serta akses mudah ke semua konten online favorit mereka tidak peduli di manapun mereka berada," kata SVP Opera, Krystian Kolondra.

Untuk menggunakan fitur VPN, pengguna harus mengunduh aplikasibrowser Opera versi developer di situs resminya dengan URLOpera.com/developer.

Setelah diinstalasi, pengguna bisa mengaktifkan fitur VPN dengan klik Menu berlogo "O", pilih “Settings/Pengaturan" atau “Preference/Kesukaan” kalau di komputer Mac, lalu pilih “Privacy dan Security”, dan aktifkan fitur VPN.

Mengapa Android Sudah Tak seperti Dulu



Sistem operasi sejuta umat, Android, sempat menjadi sorotan sepanjang tahun 2015 lalu. Pasalnya, banyak celah keamanan ditemukan dan membuatnya rawan diserang.

Namun, kini, Google mengklaim bahwa Android sudah tidak seperti dulu lagi. Jumlah serangan yang dihadapi oleh sistem operasi mobilebuatannya dikatakan jauh lebih menurun dari awal-awal kehadirannya.

Pada tahun 2015, Android banyak mendapat sorotan karena celah ataubug Stagefright yang membuat sekitar 500 juta pengguna ponsel Android berada dalam bahaya.

Bug Stagefreight selama ini dikenal sebagai bug Android yang paling berbahaya. Celah keamanan ini bisa dimanfaatkan untuk mengontrol dan mengambil data ponsel Android dari jarak jauh.

Bug Stagefright kali pertama ditemukan oleh firma keamanan Zimperium pada Juli 2015. 

Stagefright jenis baru, versi 2.0, kemudian ditemukan pada Oktober 2015. Bug ini menyamar sebagai file ".mp3" atau ".mp4" yang jika dibuka bisa membuat orang lain mengeksekusi program berbahaya.

Google membantah hal tersebut dengan menggunakan data. Menurut Google, desas-desus yang membuat pengguna khawatir itu bertolak belakang dengan data yang mereka miliki. Bahkan, OS Android diklaim Google sudah tidak seberbahaya dulu lagi.

"Data yang kami miliki ternyata bertentangan dengan kehebohan yang diperbincangkan oleh publik," kata Adrian Ludwig, Lead Security Engineer Android, seperti dikutip KompasTekno dari Recode, Rabu (20/4/2016).

Menurun drastis

Menurut data yang terangkum dalam laporan bertajuk "Android Security State of the Union", Google mengklaim, sepanjang tahun 2015 lalu, persentase perangkat Android yang dipasangi aplikasi berpotensi membahayakan sedikit sekali.

Jumlahnya, menurut Google, hanya 0,15 persen dari total semua perangkat Android yang beredar di dunia pada saat itu. Google juga mengklaim, angka tersebut tidak berbeda jauh dengan temuannya pada 2014.

Google sepanjang 2015 telah berupaya menjaga agar aplikasi-aplikasi yang beredar di toko digitalnya itu bersih dari aplikasi jahat yang mengandung malware atau program-program jahat lainnya.

Upaya itu termasuk memberikan update keamanan ke ponsel Android. 

Menurut Google, upayanya itu mampu memangkas instalasi aplikasi berbahaya di ponsel pengguna sebanyak 40 persen dibandingkan dengan tahun 2014.

Pengumpulan data secara diam-diam (data collection) yang dilakukan suatu aplikasi bisa ditekan lebih dari 40 persen dengan menjadi hanya 0,08 persen jumlah instalasi.

Spyware (software mata-mata) yang beredar di aplikasi Android menurun 60 persen dengan hanya tersisa 0,02 persen instalasi.

Cara update yang diberikan kini juga semakin terkontrol oleh Google. Pasalnya, semenjak versi Android 5.0, Google sendiri yang memberikan update keamanan, bukan produsen hardware atauponsel lagi.

Fitur keamanan bisa jadi nilai tawar

Di versi Android 6.0 Marshmallow, Google juga mengenalkan fitur keamanan baru seperti enkripsi penyimpanan secara penuh, baik untuk penyimpanan internal maupun eksternal.

Aplikasi yang di-update juga akan meminta izin lebih dulu, dan pengguna juga bisa mengatur data apa saja yang ingin dibagi dan yang tidak, dengan suatu aplikasi.

Para pengamat menilai, memang sudah saatnya bagi Google untuk menaruh perhatian lebih ke toko aplikasinya, mengingat serikat European Union (EU) berencana menuntut Google karena dituduh memonopoli dengan bundling aplikasi sendiri di ponsel-ponsel Android.

Google bisa berkilah, EU mungkin tidak suka dengan cara kerja toko aplikasinya. Namun, setidaknya, keamanan terhadap aplikasi-aplikasi yang dijual itu terjamin.